Hits: 6 Obat Sirup Paling Sering Dibeli di Apotek Hingga Wamenkes Ungkap 15 Obat Sirup Terkontaminasi Etilen glikol

Torobux – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan timnya mengidentifikasi 15 obat sirup yang mengandung etilen glikol (EG). Hal ini diduga ada kaitannya dengan kasus gangguan ginjal pada anak.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah memberikan perintah kepada seluruh apotek untuk menghentikan sementara penjualan sirup obat. Pelarangan penggunaan dan penjualan sirup ini kini menjadi perhatian.

Pasalnya, para orang tua kerap menggunakan sirup untuk mengobati anaknya yang sakit. Selain itu, orang tua juga mudah mendapatkan sirup obat dari berbagai apotek. Di bawah ini daftar sirup obat yang sering dibeli di apotek.

Kedua berita ini menjadi berita terpopuler di saluran kesehatan Torobux. Berikut ini adalah beberapa berita populer.

1. Wamenkes Ungkap 15 Sirup Obat di Indonesia yang Mengandung Ethylene Glycol, Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak Ilustrasi Sirup Obat (Dok. Element Envato)

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan timnya mengidentifikasi 15 obat sirup yang mengandung etilen glikol (EG). Hal ini diduga ada kaitannya dengan kasus gangguan ginjal pada anak.

Pemerintah memerintahkan penghentian sementara penjualan sirup di semua apotek selama penyelidikan. Pemerintah terus mengidentifikasi penyakit serius pada anak-anak Indonesia.

Baca selengkapnya

2. Larangan Pemasaran Sementara Kementerian Kesehatan, Ini 6 Obat Sirup yang Biasa Dibeli di Apotek Ilustrasi Obat Sirup (Dok. Element Envato)

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) telah memberikan perintah kepada seluruh apotek untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup. Hal ini dilakukan menanggapi dugaan belakangan ini bahwa penggunaan sirup paracetamol disebut-sebut dapat menyebabkan komplikasi kompleks pada anak.

Perintah pelarangan penggunaan sirup ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Nomor SR.01.05/III/3461/2022. Ia menjelaskan, apotek untuk sementara dilarang menjual sirup obat kepada masyarakat jika ada penyakit.

Baca selengkapnya

3. Sirup Obat Dihentikan, Orang Tua Bisa Berikan Ramuan Obat Herbal Bubuk Kunyit Saat Anak Sakit Ilustrasi Obat Batuk Batuk (Envato Elements)

Sebagai pengganti obat sirup untuk anak yang peredarannya dihentikan pemerintah, orang tua bisa memberikan alternatif obat tradisional. Seperti diketahui, beberapa obat sirup diduga ada kaitannya dengan kasus gangguan ginjal akut.

Ketua Umum Perhimpunan Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia Dr. Inggrid Tania, MSi., mengatakan susu formula herbal bisa diberikan segera setelah bayi mulai menyusu.

Baca selengkapnya

4. 8 Cara Aman Minum Obat Anak Menurut Kemenkes Pencegahan Gangguan Ginjal Akut 8 Cara Aman Minum Obat Anak Menurut Kemenkes Pencegahan Gangguan Ginjal Akut – panduan obat alami yang baik untuk mengurangi demam. . untuk anak-anak. (Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels)

Menteri Kesehatan (Kemenekes) membuat peraturan yang melarang pemberian, konsumsi, dan penjualan sirup obat kepada anak-anak. Hal ini juga mencakup pemberian pedoman tentang cara memberikan obat dengan aman kepada anak-anak.

Inisiatif ini untuk melacak meningkatnya kasus gangguan ginjal pada anak. Hingga 18 Oktober, 206 anak di 20 provinsi dilaporkan menderita gangguan ginjal parah, dan 99 di antaranya meninggal.

Baca selengkapnya

5. Menghentikan Sementara Penjualan Sirup Jika anak mengalami batuk dan demam, bagaimana cara mengobatinya? Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan dan Apoteker menyatakan bahwa sirup tidak boleh diberikan kepada anak yang sakit, anak yang batuk dan pilek. (Stok Shutter)

Akibat larangan sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terhadap penggunaan sirup karena berisiko gagal ginjal mendadak, para orang tua bingung bagaimana cara mengobati anak yang demam, batuk, dan pilek.

Hal ini dikarenakan bahan utamanya adalah obat sirup, selain bentuknya yang mudah dicerna, obat ini mempunyai rasa manis yang disukai anak-anak.

Baca selengkapnya

Dear Ortu, Waspadai Keluhan Sakit Kepala-Pusing pada Anak! Bisa Jadi Hipertensi

Jakarta –

Ternyata penyakit darah tinggi atau darah tinggi bisa terjadi pada anak-anak. Berbeda dengan orang dewasa, normalnya tekanan darah pada anak bergantung pada berat dan tinggi badan, usia, dan jenis kelamin.

Namun gejala darah tinggi pada anak biasanya tidak terlihat. Kendati demikian, anggota Unit Kerja Koordinasi Nefrologi (UKK) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Heru Muryawan, SpA (K), menyampaikan salah satu tanda yang harus diwaspadai.

“Gejala darah tinggi tidak jelas gejalanya. Jadi, saat anak mengalami pusing, terkadang mereka tidak mengira itu pertanda darah tinggi,” kata dr.

Menurut Dr. Namun keluhan ini biasanya dialami oleh anak berusia 7 tahun ke atas. Puncaknya, tekanan darah tinggi bisa didiagnosis pada anak usia 10-14 tahun.

Anak usia 6-18 tahun yang mengeluh pusing atau sakit kepala atau nama dokternya cephalgia, sebaiknya segera diperiksakan, ”ujarnya.

Dokter Heru mengatakan, jika anak mengeluh pusing atau sakit kepala, ada beberapa hal yang bisa diperiksa. Hal ini dapat dilakukan untuk mengetahui apakah anak mengalami tekanan darah tinggi atau disebabkan oleh penyakit lain.

Pertama, periksa apakah tekanan darahnya tinggi atau tidak. Kedua, gangguan refraksi atau mata. Apalagi anak yang bermain gadget bisa pusing, jelas dr Heru.

Berikutnya infeksi, karena penyakit seperti demam biasanya menimbulkan nyeri di daerah kepala. Dan terakhir, kalau anak sering pusing bisa diperiksa ada anemia, tutupnya. Tonton video “UNICEF: 700 ribu anak bisa menghadapi malnutrisi di Sudan” (sao/naf)

Baju Anak Basah Saat Cuci Tangan, Dokter Anak Minta Orangtua Jangan Marah Ya!

Torobux – Banyak orang tua yang marah dan kesal karena pakaian anaknya basah dan lantainya becek setelah anaknya mencuci tangan. Padahal, menurut dokter anak, momen tersebut merupakan hal yang wajar.

Dokter Anak, Dr. Gambaran Amelinda, anak diajarkan mencuci tangan pada usia 2,5 tahun. Sekarang anak-anak seusia ini menyukai hal-hal yang menyenangkan, sehingga pikirkanlah tentang kegiatan mencuci tangan.

“Mereka suka air, tidak apa-apa kalau bajunya basah, mereka main air dan cipratan air,” kata Dr. Gambar acara Biodef Smart Mom Gathering & Playdate di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Sabtu (15/10/2022). Ilustrasi mengajari anak mencuci tangan. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Selain usia 2,5 hingga 4 tahun, Anda tidak ingin memberi tahu anak-anak bahwa Dr. Gambaran orang tua sebaiknya menjadi contoh yang baik agar mereka dapat melihat dan otomatis meniru kegiatan mencuci tangan.

“Pada usia ini, anak-anak sangat kompetitif, jadi usahakan kegiatannya lebih menyenangkan. Misalnya minta mereka mandi dan cuci tangan dulu,” kata dr. Gambar.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa memberitahukan cara mencuci tangan, seperti sambil bernyanyi selama 40 detik, waktu minimal anak-anak harus mencuci piring.

Namun setelah anak basah karena cuci tangan, pakaiannya bisa diganti, apalagi setelah bermain di debu atau pasir atau saat anak berkeringat, cuci tangan bisa ditambah dengan mandi dan berganti pakaian, pungkas dr. Gambar.

Biodef kini aman digunakan untuk anak usia 2 tahun ke atas dan dapat digunakan sebagai sabun mandi sekaligus pencuci tangan karena mengandung gliserin alami atau pelarut kuman dan bakteri.

18 Obat Sirop Ini Klaim Aman dari Etilen Glikol Penyebab Gagal Ginjal Akut

Torobux – Belakangan ini Kementerian Kesehatan heboh dengan adanya permintaan penghentian sementara penggunaan obat sirup di apotek. Mereka meminta petugas kesehatan untuk tidak meresepkan sirup tersebut kepada masyarakat setelah melonjaknya kasus gagal ginjal misterius yang menimpa ratusan anak terkait dengan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Namun produk tersebut masih dalam penyelidikan. Namun Kementerian Kesehatan belum mengumumkan keputusan resminya. Namun, beberapa perusahaan farmasi sudah sibuk mengklaim bahwa produk sirup obat mereka tidak mengandung EG dan DEG. Simak daftar beberapa perusahaan farmasi berikut yang telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa produknya bebas Ethylene Glycol-Diethylene Glycol.

1. PT Sido Muncul

PT Sido Muncul memastikan produk Tolak Angin tidak mengandung senyawa yang berhubungan dengan gagal ginjal akut, yaitu etilen glikol dan dietilen glikol. Produk Tolak Angin konon menggunakan rempah-rempah khas Indonesia.

2. PT Bintang Toedjoe

Berikutnya, produk Bintang Toedjoe berbentuk kemasan cair yang diklaim bebas EG dan DEG. Produk yang dimaksud antara lain Komix, Komix Herba dan Halia Merah Bejo.

3. Kalbe Farmasi

PT Kalbe Farma juga memastikan beberapa produk obat cairnya bebas dari dua senyawa berbahaya tersebut. Produk yang dimaksud antara lain varian obat batuk Woods serta suspensi Promag.

4. PT Faros Indonesia

Lalu ada PT Pharos Indonesia yang mengklaim 2 produk sirup obatnya bebas bahan baku etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Kedua produk tersebut adalah Proris Suspension varian Orange (60 ML) dan Proris Suspension Forte (50 ML) varian Strawberry.

5. PT PIM Farmasi

Berikutnya ada PT PIM Pharmaceuticals yang memastikan 5 produk sirupnya tidak mengandung EG dan DEG. Produk ini mengandung sirup paracetamol dengan komposisi 120 mg/5 ml.

6.PT RAMA

PT RAMA juga mengklaim 9 produk sirup obatnya bebas EG dan DEG. Produk yang dimaksud antara lain Remco Batuk, Sirup Tera F, dan Paracetamol Drops.

7. PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk.

Lalu ada PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk yang memastikan 8 produk obat sirupnya tidak mengandung EG dan DEG. Semua produk Tempra Drops.

8. PT Combiphar

Lalu ada PT Combiphar yang mengaku hingga saat ini belum menerima laporan kasus AKI pada salah satu produknya yakni OBH Combi. Meski demikian, mereka terus memantau efek samping obat dan perkembangan kasusnya.

9. PT Sanofi

Selain itu, ada PT Sanofi yang memastikan 7 produk sirup obatnya tidak mengandung EG dan DEG. Produk yang dimaksud antara lain sirup anak Bisolvon, suplemen dan larutan.

10. PT Dexa Medica

Lalu ada PT Dexa Medica yang mengklaim seluruh produk obat sirup yang terdaftar atas nama perusahaan tidak menggunakan bahan baku EG dan DEG. Mereka juga terus rutin memantau keamanan produk dan melaporkannya secara berkala.

11. PT SOHO Industri Farmasi

PT SOHO Industri Pharmasi mengklaim seluruh obat sirup yang terdaftar atas nama perusahaan tidak menggunakan bahan baku EG dan DEG. Semua obat berbahan dasar herbal dan multivitamin dan tidak ada parasetamol mentah yang digunakan.

12. PT Sanbe

Selain itu, ada PT Sanbe yang mengklaim 48 produk obat sirup tidak mengandung EG dan DEG, termasuk Sanmol.

13. PT Deltomed

PT Deltomed mengklaim seluruh produk obat sirup herbal bebas EG dan DEG karena 100 persen herbal dan memiliki sertifikat OHT dan Jamu. Salah satu produk yang dipermasalahkan adalah OB Herbal.

14. Konimex

Conimex juga mengklaim 33 produk sirup obat tidak mengandung EG dan DEG, termasuk Termorex Baby dan Plus.

15. PT Alam Nutrindo

PT Natural Nutrindo memastikan 3 produk sirup obat tidak mengandung EG dan DEG, antara lain Nordic Naturals Baby’s DHA dan Baby’s DHA Liquid.

16. Laboratorium Farmasi PT Novell

Lalu ada PT Novell Pharmaceutical Laboratories yang mengklaim 44 produk sirup bebas EG dan DEG, salah satunya Glitaven Syrup.

17. Laboratorium PT Deltomed

PT Deltomed Laboratories menjamin produknya tidak mengandung EG dan DEG. Beberapa produk yang disengketakan antara lain Antangin JRG, Imugard Junior, Madu Kojima Habbatussauda, ​​dan OB Herbal.

18. PT Gratia Husada Farma

PT Gratia Husada Farma memastikan sebagian produk obat cairnya bebas dari dua senyawa berbahaya tersebut. Beberapa produk yang dipermasalahkan yaitu seluruh produk Hufagrip, antara lain Hufagrip Cold dan Hufagri Cold and Cough.

Pemerintah melarang penggunaan sirup antipiretik

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Vamenkes) Dante Saxono Harbuwono mengumumkan pemerintah memerintahkan penghentian sementara penjualan sirup antipiretik di seluruh apotek.

Larangan itu diterapkan setelah adanya laporan gagal ginjal akut pada anak-anak selama penyelidikan risiko infeksi.

“Kami terus menyelidiki dan melakukan beberapa hal untuk mengidentifikasi gangguan ginjal akut pada anak, salah satunya penyebab infeksi terkait obat,” kata Dante di Jakarta kemarin (19/10/2022).

Menurut Dante, pemerintah bukan melarang penggunaan parasetamol, melainkan melarang penggunaan produk kesehatan berupa sirup yang mungkin terkontaminasi etilen glikol (EG).

Kemenkes RI Sediakan Ribuan Beasiswa Pendidikan Kesehatan untuk Pelajar dari Daerah Terpencil

Torobux, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kini tengah memberikan ribuan beasiswa khusus bagi anak-anak teladan yang ingin menjadi tenaga medis. Seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya.

Arianti Anaya, Direktur Jenderal Tenaga Medis Kementerian Kesehatan, mengatakan dalam keterangannya, “Yang terpenting, beasiswa ini diperuntukkan bagi putra-putri daerah di pulau-pulau terpencil (DTPK) dan daerah bermasalah kesehatan (DBK).” Keterangan video Instagram @kemenkes_ri, dikutip Rabu (2/7/2024).

CEO Menurut pria yang akrab disapa Ade ini, ribuan beasiswa diberikan karena banyak anak yang ingin mengabdi kepada masyarakat sebagai tenaga kesehatan namun terhalang biaya sekolah yang mahal.

Faktanya, standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah satu dokter per 1000 penduduk. Sementara situasi di Indonesia masih satu dokter per 1.836 penduduk.

“Ayo daftar dan temukan informasi beasiswa di link sibk.kemkes.go.id. Jadilah salah satu mitra Beasiswa Kementerian Kesehatan untuk membangun Indonesia sehat,” kata Ade.

Menteri Kesehatan Buddhi Gunadi Sadikin (BGS) melalui keterangan video mengatakan pemberian beasiswa ini sejalan dengan Pilar 5 Transformasi Kesehatan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Kesehatan.

Pilar Kelima Transformasi Sumber Daya Manusia Bidang Kesehatan. Saya bersama #BGS Ibu Arianti Anaya alias Ibu Ade selaku Dirjen Tenaga Medis @kemenkes_ri untuk menjawab kebutuhan akan tenaga medis dan tenaga kesehatan profesional. jelas jumlahnya terbatas dan tidak merata untuk melayani lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia,” tulis Budi dalam keterangan video.

Sebagaimana diketahui, jumlah dokter ideal di tanah air adalah 1:1.000 (1 dokter per 1.000 penduduk) sesuai standar WHO, lanjut Budi. Sedangkan Indonesia saat ini memiliki rasio 1:1.836.

“Dalam upaya mewujudkan transformasi kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menyediakan berbagai program beasiswa di bidang kesehatan untuk berbagai bidang dan jenjang pendidikan.”

“Khususnya bagi putra-putri daerah yang mempunyai cita-cita tinggi dan ingin menjadikan Indonesia negara yang sehat. Informasi mengenai beasiswa dapat diperoleh melalui sibk.kemkes.go.id. Ayo daftar, Biaya pendidikan tidak lagi menjadi kendala ,” kata Budhi.

Di website sibk.kemkes.go.id Anda bisa melihat banyak penawaran beasiswa yang sedang dibuka, sedang berlangsung atau ditutup. Salah satu yang sedang berjalan saat ini adalah beasiswa konfirmasi untuk dokter dan dokter gigi.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/F/3695/2023 Tentang Rekrutmen Penerima Konfirmasi Pendidikan Kedokteran dan Kedokteran Gigi Tahap I Tahun 2024, Kementerian Kesehatan telah membuka peluang dan peluang bagi putra-putri Indonesia.

Lebih disukai Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. dan mahasiswa yang sedang mengikuti program pendidikan sarjana muda atau profesi untuk mengikuti Program Bantuan Pengesahan Dokter dan Dokter Gigi untuk Dokter atau Dokter Gigi.

Beasiswa ini dibuka sebagai bentuk dukungan untuk melaksanakan transformasi sumber daya manusia di bidang kesehatan sebagai bagian dari pelengkap dan keseimbangan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Calon peserta penerima biaya verifikasi dokter dan dokter gigi diutamakan berasal dari daerah tertinggal, terdepan dan pulau-pulau (DTPK), daerah bermasalah kesehatan (DBK) dan daerah prioritas Kementerian Kesehatan.

Calon peserta yang menerima biaya pengesahan dokter dan dokter gigi harus berkomitmen untuk masa kerja tertentu. Dan itu diusulkan oleh pemerintah daerah yang wajib menggunakan peserta pasca pendidikan sesuai dengan kebutuhannya.

Rekrutmen Biaya Pendidikan Afirmatif Layanan Asisten Medis dan Gigi akan diadakan untuk pendatang yang sedang berlangsung Tahap I 2024 (Mahasiswa saat ini sedang mengikuti pelatihan kedokteran atau gigi sarjana atau profesional).

Informasi lengkap mengenai jadwal pendaftaran, kriteria dan persyaratan pelamar dapat dilihat pada halaman di atas.

Penyebabnya Belum Diketahui, Ini 6 Gejala Gangguan Ginjal Akut Menurut Kemenkes

Torobux – Cedera ginjal akut (AKI) progresif atipikal pada 18 Oktober 2022 menimpa 206 orang di seluruh Indonesia. Penyebab pastinya masih belum diketahui. Oleh karena itu, pengetahuan tentang gejala gagal ginjal akut harus disebarluaskan.

Kementerian Kesehatan tidak hanya duduk diam. Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan pedoman penanganan kasus cedera ginjal akut. Termasuk identifikasi.

Peran orang tua sangat penting dalam memerangi penyakit ginjal akut agar tidak mematikan anak. Pasalnya, sebagian besar kasus penyakit ginjal akut di Indonesia saat ini menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Dilansir dari situs Sehatnegeriku.kemkes.go.id, berikut gejala penyakit ginjal akut yang perlu diperiksa: Anak balita mengalami penurunan produksi urine, frekuensi buang air kecil menurun, atau bahkan tidak buang air kecil. tidak pernah.Warna urin berubah menjadi coklat.Disertai demam,batuk dan pilek.Disertai demam,batuk dan menggigil.Gejala penyakit saluran cerna seperti diare, mual dan muntah Gejala ISPA

“Jika anak Anda menunjukkan tanda dan gejala berupa buang air kecil berkurang atau tidak buang air kecil selama 6-8 jam (sehari), bawalah anak Anda ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Plt. Direktur Pelayanan Rujukan Dr. Yanti Herman, MH. Menyebabkan. dikutip dari situs Kementerian Kesehatan.

Jika orang tua mendapati anaknya mengalami gejala-gejala di atas, segera kunjungi pusat kesehatan terdekat.

Mencegah

Saat ini, penyebab cedera ginjal akut yang paling dicurigai adalah senyawa dalam larutan cair atau sirup. Namun hasil pencarian dan penelitian tersebut belum tuntas.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mengimbau para orang tua dan petugas kesehatan untuk tidak memberikan obat dalam air atau sirup.

Kementerian Kesehatan juga meminta seluruh apotek untuk tidak menjual obat bebas atau obat bebas murah dalam bentuk cair/padat kepada masyarakat.

Perlu diketahui, sejak akhir Agustus 2022, kasus gagal ginjal akut mengalami peningkatan yang signifikan. Ada lebih dari 200 kasus di 20 negara bagian.

Angka kematian sebanyak 99 anak, angka kematian pasien yang dirawat di RSCM sebesar 65%. Oleh karena itu, gejala cedera ginjal akut harus ditanggapi dengan serius.

Jamie Lee Curtis Bersyukur 25 Tahun Sembuh dari Ketergantungan, Apa Itu Opioid?

Jakarta –

Aktris Jamie Lee Curtis merayakan tonggak sejarah dalam hidupnya ketika ia berhasil mengatasi kecanduan opioid. Ia mengungkapkannya langsung dalam postingan di Instagram.

“25 tahun bersih dan sadar,” kata wanita berusia 65 tahun itu, yang disertai foto hitam-putih dirinya memegang cincin meterai perak.

Dia juga memberikan kata-kata penyemangat bagi orang-orang yang berjuang melawan kecanduan dan rasa malu. “Ada orang-orang di luar sana yang peduli,” tegasnya. Apa itu Opioid?

Opioid merupakan obat pereda nyeri (painkillers) yang sering diresepkan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat atau kronis. Opioid tidak boleh digunakan sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Opioid biasanya dapat dibuat dari tanaman opium poppy, seperti morfin, atau disintesis (direproduksi) di laboratorium, seperti fentanil.

Cara kerja opioid adalah berinteraksi dengan protein yang disebut reseptor opioid di sel tubuh. Begitu masuk dan beredar di dalam darah, opioid berikatan dengan reseptor opioid di sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain yang terlibat dalam rasa sakit dan kesenangan.

Sel-sel tersebut kemudian mengeluarkan sinyal pereda nyeri dari otak ke tubuh dan melepaskan dopamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh dan menimbulkan perasaan euforia. Umumnya dikenal sebagai narkotika, opioid sering disalahgunakan untuk menghasilkan euforia. Risiko Penyalahgunaan Opioid

Obat tersebut berisiko menyebabkan kecanduan bahkan kematian jika digunakan tanpa resep dokter.

Menurut Mayo Clinic, dalam dosis rendah, opioid bisa membuat seseorang mengantuk. Namun, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dapat memperlambat pernapasan dan detak jantung, sehingga menyebabkan kematian.

Tak hanya itu, rasa nikmat atau senang yang timbul akibat mengonsumsi opioid bisa membuat seseorang ingin terus mengonsumsi dosis yang lebih tinggi lagi. Hal ini dapat memicu pikiran dan perilaku seseorang terpengaruh hingga tidak mampu mengendalikan penggunaan opioidnya. Simak video “Peringatan PB IDI soal Dokter Palsu: Jangan Hanya Lihat Surat Keterangan Dokter” (suc/naf)