Penadahan Motor Curian di Gudang TNI Sidoarjo Terungkap, Libatkan 3 Prajurit

Selamat datang Torobux di Website Kami!

Torobux, Jakarta – Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Pusat Polisi Militer (Puspomad) menemukan kasus pencegatan sepeda motor curian di Depo Gudbalkir Pusat Teknik Angkatan Darat (Pusziad) di Sidoarjo. Jawa Timur. Kejahatan tersebut melibatkan anggota atau prajurit Tentara Nasional Indonesia. Penadahan Motor Curian di Gudang TNI Sidoarjo Terungkap, Libatkan 3 Prajurit

Kasus ini melibatkan tiga anggota TNI, Mayor BP, Kopda AS, dan Praka J, kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Kristomei Sianturi, hari ini, 11 Januari 2024.

Kristome mengatakan, tiga anggota polisi Tentara Nasional Indonesia sedang bertugas menyediakan tempat penyimpanan sepeda motor curian tersebut.

Perkara tersebut bermula pada 2 Januari Polda Metro Jaya LP B 20/I/2024 LP B 20/I/2024 Polda Metro Jaya dan Laporan Polisi 7 Januari LP A 3 Tahun /2024.

Kami berhasil menyelidiki dan menangkap dua tersangka MY yang berperan sebagai penerima kendaraan dan kemudian mengirimkan kendaraan tersebut ke Timor Timur. Pada saat yang sama, EI merupakan penerima dan pemasok barang untuk dikirim ke Timor Timur. Menerima dana.” Willa. Cara Mudah Hilangkan Kerak pada Kaca Spion Mobil

Dari penangkapan tersebut, polisi memperoleh barang bukti 214 unit sepeda motor berbagai merek di Gubalkirsidorzo. Selain 46 unit sepeda motor juga disita dalam penangkapan tersebut.

Tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHP, divonis 7 tahun penjara, dijerat Pasal 480 KUHP, dipidana pidana penjara atau penahanan, dan dijerat Pasal 481 KUHP. Dihukum 7 tahun penjara dan dijerat Pasal 481 KUHP dengan ancaman pidana penjara 7 tahun Pasal 372: Ancaman diancam dengan pidana penjara 4 tahun.

Pelanggar juga akan dikenakan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan dan ancaman lima tahun penjara. Lalu ada Pasal 36 UU Nomor 42 Tahun 1999 yang ancaman hukumannya paling lama dua tahun.

Letjen Eka Wijaya Permana, Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia, mengatakan ketiga anggota Tentara Nasional Indonesia yang terlibat dalam kasus tersebut telah ditahan dan sedang diperiksa lebih lanjut. Ketiganya juga akan menghadapi sanksi militer.

“Kami juga berikan Pasal 126 KUHP Militer (KUHPM) tentang penyalahgunaan kekuasaan karena prajurit, termasuk Pasal 103 KUHPM yang merupakan pelanggaran perintah atasan,” pungkas Eka.

Dicky Kurniawan | Di antara

Pilihan Penulis: VinFast meluncurkan mini SUV listrik VF3 di CES 2024 Fitur Periksa

Ingin mendiskusikan artikel di atas dengan editor? Bergabunglah dengan member.Torobux/komunitas dan pilih GoOto

Di balik tertundanya pemanggilan Ahmed Muhdlo Ali, Yudi semakin prihatin dengan perilaku KPK saat operasi golf atau OTT. Baca selengkapnya

Kodam Udayana mencari perdamaian setelah melakukan penyelidikan mendalam terhadap anggota TNI dan terduga pelaku. Baca selengkapnya

Polisi telah menetapkan enam tersangka penyerangan TNI yang terjadi pada tanggal 15, kata Komisaris Jensen, Kepala Humas Polda Bali. Baca selengkapnya

Sebanyak 15 anggota TNI A 900/Satya Bhakti Wirottama diserang sekitar 30 orang asal Bali. Baca selengkapnya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak profesional karena menunda pemeriksaan terhadap Bupati Situ Azo Ahmed Muhdel Ali usai pemilu 14 Februari 2024. Baca selengkapnya

Lima belas anggota batalion A 900/Satya Bhakti Wirottama diserang oleh sekitar 30 orang di Stadion Futsal Kerobokan Bali. Penadahan Motor Curian di Gudang TNI Sidoarjo Terungkap, Libatkan 3 Prajurit

Penjaga Vihara Dharma Bhakti Sidoarjo membersihkan patung tersebut menjelang Tahun Baru Imlek. Baca selengkapnya

Beberapa hari setelah kejadian pemutusan OTT, Bupati ASN Pangeran Sidhu Ajo mengumumkan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran. Baca selengkapnya

Pernyataan Jokowi ini muncul setelah Ketua Umum Partai Demokrat Indonesia Megawati Sukarnoputri mengkritik netralitas Polri. Baca selengkapnya

Katenz, Ketua Kelompok Kerja Humas Perdamaian, mengatakan pernyataan KKB OPM tentang pembakaran desa tersebut merupakan propaganda. Baca selengkapnya