Jamie Lee Curtis Bersyukur 25 Tahun Sembuh dari Ketergantungan, Apa Itu Opioid?

Jakarta –

Aktris Jamie Lee Curtis merayakan tonggak sejarah dalam hidupnya ketika ia berhasil mengatasi kecanduan opioid. Ia mengungkapkannya langsung dalam postingan di Instagram.

“25 tahun bersih dan sadar,” kata wanita berusia 65 tahun itu, yang disertai foto hitam-putih dirinya memegang cincin meterai perak.

Dia juga memberikan kata-kata penyemangat bagi orang-orang yang berjuang melawan kecanduan dan rasa malu. “Ada orang-orang di luar sana yang peduli,” tegasnya. Apa itu Opioid?

Opioid merupakan obat pereda nyeri (painkillers) yang sering diresepkan untuk mengatasi nyeri sedang hingga berat atau kronis. Opioid tidak boleh digunakan sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Opioid biasanya dapat dibuat dari tanaman opium poppy, seperti morfin, atau disintesis (direproduksi) di laboratorium, seperti fentanil.

Cara kerja opioid adalah berinteraksi dengan protein yang disebut reseptor opioid di sel tubuh. Begitu masuk dan beredar di dalam darah, opioid berikatan dengan reseptor opioid di sel otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain yang terlibat dalam rasa sakit dan kesenangan.

Sel-sel tersebut kemudian mengeluarkan sinyal pereda nyeri dari otak ke tubuh dan melepaskan dopamin dalam jumlah besar ke seluruh tubuh dan menimbulkan perasaan euforia. Umumnya dikenal sebagai narkotika, opioid sering disalahgunakan untuk menghasilkan euforia. Risiko Penyalahgunaan Opioid

Obat tersebut berisiko menyebabkan kecanduan bahkan kematian jika digunakan tanpa resep dokter.

Menurut Mayo Clinic, dalam dosis rendah, opioid bisa membuat seseorang mengantuk. Namun, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, dapat memperlambat pernapasan dan detak jantung, sehingga menyebabkan kematian.

Tak hanya itu, rasa nikmat atau senang yang timbul akibat mengonsumsi opioid bisa membuat seseorang ingin terus mengonsumsi dosis yang lebih tinggi lagi. Hal ini dapat memicu pikiran dan perilaku seseorang terpengaruh hingga tidak mampu mengendalikan penggunaan opioidnya. Simak video “Peringatan PB IDI soal Dokter Palsu: Jangan Hanya Lihat Surat Keterangan Dokter” (suc/naf)